Eksis Hingga Kini, Yuk Menilik Para Pandai Besi

Jaman saat ini, semua serba modern. Sebagian besar produksi dapat dijalankan oleh mesin. Walau begitu, masalah ini tidak buat surut semangat banyak pintar besi di Kabupaten Tanjab Timur ini.

Mereka yang keseharian bikin parang, pisau atau barang yang lain, sampai saat ini masih eksis di tengahnya orang. Serta, kehadiran pintar besi di kabupaten termuda di Propinsi Jambi ini hampir rata. Di tiap-tiap kecamatan mereka ada.

Meskipun saat ini perlengkapan yang digunakannya telah termasuk kekinian, tapi tidak serentak melenyapkan kesan-kesan tradisionilnya. “Kami dak pakai pompa angin manual lagi mas. Saat ini kami memercayakan kipas (blower) mau membuat bara dari arang supaya konsisten berpijar,” kata Suwito, satu diantaranya pemilik upaya pengerjaan parang di Jalan Lintas Sabak – Kuala Jambi.

Menurut dia, arang ini mesti dijaga benar supaya terus berpijar, agar bisa difungsikan buat proses pembakaran besi sebelum dibuat jadi style parang, pisau serta lainnya. Suwito sendiri menyatakan telah menjalani upaya ini mulai sejak tahun 1975. Sebelumnya upaya ini adalah punya orang tuanya. Saat ini, upaya itu dilanjutkan olehnya bersama-sama adiknya.

“Sebelumnya orangtua saya yang mempunyai upaya ini di wilayah Kuala Jambi, terus saya dengan adik saya mulai belajar serta memahami keterampilan ini dari orangtua. Hingga sampai saat ini saya serta adik saya melanjutkan upaya keluarga ini,” papar pria berumur 53 tahun ini.

Dulu, area upayanya ini ada di Jalan Setapak, Parit 6 Kuala Jambi. Tapi, saat ini tempat upaya mereka udah tidak serupa area. Semasing berasa punyai kebolehan buat mengatur sendiri upaya itu. “Kami semasing telah mempunyai konsumen konsisten serta buat itu kami berasa mesti punyai area upaya sendiri,” terangnya.

Masalah harga, dianya sendiri mengatakan, hal demikian sama dengan ukuran serta bentuk parang atau semacamnya yang dibikin. Umumnya buat harga kerajinan yang dibuatnya kira-kira di antara Rp 50 ribu hingga sampai Rp 200 ribu. Serta ada yang melewati harga itu, kalau proses pembikinannya sedikit sulit.

READ  Jangan Lewatkan Efek Besi dan Baja Pada Ekspor di Mei 2020

“Buat bahan baku, kami bisa dari Jambi. Seperti besi per mobil, besi behel sisa, arang serta kayu buat gagangnya. Dalam satu hari, saya sanggup bikin 7 unit hasil kerajinan saya ini,” katanya.

Gunakan perlengkapan kekinian bukan bermakna melenyapkan semua masalaah. “Rintangan yang seringkali ditemui, mati lampu. Jadi blowernya tidak dapat difungsikan. Terus kalau musim hujan, arang kadang-kadang basah, kadang-kadang besi buat bahan baku sukar dicari sama dengan pesanan pembeli,” tangkisnya.

Untuk dimengerti, upaya pintar besi ini masih disenangi kebanyakan orang Kabupaten Tanjab Timur. Lantaran, sebagian besar orang ini profesinya untuk petani yang perlu parang buat bersihkan area kebun milik dia namun juga buat kepentingan yang lain.