Wabah Covid – 19 Berimbas Pada Penjualan Rumah Second di Indonesia

Beberapa pengembang property mengharapkan pemerintah turun tangan buat menanggulangi keadaan sukar di industri property. Utamanya terhadap Kuasa Layanan Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI) biar memberi kebebasan provisi buat Credit Kepemilikan Rumah (KPR)

“Nah kalaupun umpamanya waktu ini dari BI serta OJK udah menyampaikan jika prinsipal itu dapat dipending, setidak tidaknya 1 tahun dengan tidak usah bank-bank itu menetapkan provisi,” kata Harun.

Menurutnya, peraturan saat ini kemudahan KPR baru sekedar pembatalan pembayaran primer, tidak termasuk juga bunga. Dengan begitu bank tetap masih harus membuat provisi.

Kalau kondisi tambah buruk, lanjut Harus, selayaknya butuh diperhitungkan buat tunda pembayaran bunga sampai enam bulan atau sampai akhir 2020.

“Seterusnya, baru mereka mulai mencicil kembali lagi tidak dengan bank-bank itu dibebani dengan provisi-privisi itu. Serta demikian beberapa konsumen yang udah ambil KPR ini dapat hidup kembali lagi,” kata Harun.

Pandemi Covid-19 di Indonesia berpengaruh ke beberapa divisi upaya, termasuk juga industri property. Pemasaran rumah turun mencolok sampai dari lebih 37%, yang membuat harga jual rumah di pasar sekunder jadi drop 30%.

Ini membuat industri property dalam dorongan, sebab daya membeli orang yang turun serta pelaksanaan Limitasi Sosial Bertaraf Besar (PSBB) di hampir semua propinsi manfaat memotong penebaran Covid-19.

Direktur Ciputra Development, Harun Hajadi menyampaikan Kemampuan pemasaran PT Ciputra Development TBK (CTRA) selama Januari-Maret 2020 masih tetap baik.

Tapi, memasuksi bulan April pemasaran turun 37% lewat cara tahunan (YoY) serta diproyeksi akan tetap berlangsung sampai bulan Mei bersamaan dengan pelemahan pasar.

“Hingga sampai 31 maret 2020 pemasaran kita 2% lebih bagus dari 2019, nah di April ini lah kita berlangsung pengurangan, s/d 30 April pemasaran kita turun 37% yoy. Itu benar-benar disebabkan loyonya pasar di bulan April,” kata Harun dalam Squawk Box CNBC Indonesia, Rabu (20/05/20).

Menurut dia, orang bertambah membatasi pembelian rumaha waktu wabah Covid-19. Ia mengharapkan pembebasan PSBB yang diagendakan dapat terealisasi pada Juni 2020 bisa membuat pemasaran mulai kembali lagi naik.

READ  Jangan Lewatkan Beragam Manfaat Pemakaian Paving Block Berpori

“Oleh karena ada wabah Corona ini, jadi deman orang di property dapat menurun sebab mereka menekankan keperluan primer umpamanya keperluan hidup pokok, mereka takut dapat berapa lama wabah ini terjadi. Maka dari itu kebutuhan-kebutuhan sekunder seperti perumahan atau kendaraan itu berubah menjadi bukan yang dikedepankan sekarang,” tangkisnya.

“Kami mengharapkan sehabis PSBB dilonggarkan pada bulan Juni kita dapat memandang mulai tersedianya peningkatan,” susulnya.

Ia mengimbuhkan, sampai kini bunga KPR cukup baik ketimbang beberapa tahun awal kalinya. Tapi, hal demikian masih kurang menaikkan pemasaran kalau keinginan tidak ada.

Disamping itu, Direktur Mandiri Ciputra Development, Ikhlas Santoso mengimbuhkan pemasaran property Ciputra saat Mei turun bertambah dalam ketimbang April, utamanya di beberapa daerah yang mengimplementasikan PSBB.

Buat mengusahakan lesunya pemasaran property yang lesu disaat masa wabah ini, perseroan konsentrasi mendesak cost dengan mengerjakan efektivitas di semua barisan biar konsisten bertahan.

“Kita mengerjakan efektivitas, mengharapkan ini sesaat saja,” tangkisnya.

Awal kalinya, Federasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) menulis ada pengurangan harga 20-30% buat perumahan sisa, sekalinya di wilayah elite Pondok Indah, Jakarta Selatan.

“Koreksinya jenis, tidak dapat dipastikan, ada yang 20%, 30% bahkan juga tempo hari ada nyaris 40%. Terkait keperluan sang owner. Tetapi bila lainnya umumnya 15-20%,” kata Senior Associate Director Masa Graha Igantius Raymond Gunawan terhadap CNBC Indonesia, Rabu (20/5).

Dari penilaian CNBC Indonesia di banyak pasar place, harga rumah di Pondok Indah nilainya ata-rata udah di atas Rp. 20 miliar. Bahkan juga ada yang menggapai Rp 60 miliar.

Namun, di saat wabah ini, beberapa pemilik rumah masih membatasi tidak untuk jual asetnya. Di lain bidang, calon konsumen bertambah menentukan buat tunggu sekalian harga turun. Maka dari itu transaksi rumah lux sedikit berlangsung waktu wabah.

Raymond menerangkan, pemasaran rumah di wilayah Pondok Indah relatif jarang ada kalau cuma dipicu oleh elemen dibutuhkan uang. Karena kalau gara-gara elemen dibutuhkan uang, jadi harga dapat serius jatuh.

READ  Ternyata Keramik KW2 dan KW3 Semua Asli

“Memang pengurangan ada pastinya sebab dengan keadaan ini banyak waiting dahulu jadi ya memang sempat pernah bulan Maret sempat pula alami minim transaksi pula. Jadi pengurangan pastinya, April-Mei ini mulai sejumlah sebab ada penilaian pula dari owner-owner, sesuai sama kebutuhannya,” ujar Raymond.