Yuk Intip Trik Tinggal Di Rumah Kontainer

Sekarang banyak pilihan material yang dapat diperlukan untuk bangun rumah. Tak selalu saja mesti bata atau kayu, beragam ragam material lantas dapat difungsikan. Bahkan juga, peti kemas atau container sisa sekarang bisa disulap berubah menjadi rumah yang nyaman serta artistik.

Untuk beberapa arsitek pro, peluang baru yang didatangkan peti kemas ini pula berubah menjadi halangan untuk menjajal kebolehan mereka dalam membuat bangunan.

Arsitek Arga Putra Rachman, dalam tulisannya yang diberitakan Archdaily.com, share narasi perihal pengalamannya membuat satu rumah dari container sisa.

Lantaran dibuat dari logam, peti kemas mudah dengan kasus panas atau termal. Jadi penghantar panas yang baik, di siang hari logam simpel menghisap panas matahari serta menaikkan temperatur tempat.

Sebaliknya, kalau pada malam hari temperatur udara turun, suhu material ini juga akan turut drop. Kasus termal ini dia yang awal mulanya mesti dikerjakan.

Rumah container, palet pinus

Tehnik Rumah Container Nyaman
Untuk mengatasinya, Arga mengimplementasikan sejumlah siasat, salah satunya:
1. Gunakan palet-palet kayu pinus jadi langit-langit. Tidak serupa dari logam, kayu relatif tak punyai kasus termal. Tidak cuman tak alami pemuaian serta penyusutan karena perkembangan temperatur, kayu pula punyai suhu yang relatif konstan.

Untuk menaikkan efisiensi dalam turunkan suhu, terpasang juga susunan glasswool pada susunan atap peti kemas serta langit-langit kayu.

Keuntungan lain, langit-langit yang terbagi dari sejumlah susunan ini bisa menaikkan kwalitas akustik pada tempat. Tak seperti logam, kayu cukup bagus dalam menghisap gelombang suara. Dengan demikian, tempat tidak dapat terlampau gaduh, sekalinya dibuat dari peti kemas.

2. Tampilan rumah juga dapat dibentuk untuk maksud menangani kapasitas kasus termal. Untuk rumah peti kemas perancangannya, Arga berencana membuat void yang lumayan besar di sisi tengah rumah.

Tidak hanya itu, koneksi antarruang pula dipertimbangkan dengan masak. Masalah ini bukan cuma membantu penghuni berubah area dengan lega, tapi juga mengontrol kelancaran aliran udara. Dengan perancangan sama ini, temperatur tempat bisa di turunkan maka dari itu tidaklah terlalu panas atau pengap.

READ  Tips dan Trik Gunakan Lantai Kayu

3. Siasat lain untuk menangani kasus termal karena paparan langsung cahaya matahari yakni dengan membuat “taman atap”. Untuk kepentingan ini, Arga menempatkan wiremesh yang memiliki fungsi jadi tempat perkembangan tanaman hias menjalar.

Kalau tanaman itu telah tumbuh secara baik serta cukup lebat, dia dapat memiliki fungsi seperti green roof. Bukan sekedar menghalangi paparan langsung cahaya matahari, tetapi juga memberikannya persediaan oksigen tambahan.

Rumah container, green roof

Sejumlah Keuntungan
Sekalinya peti kemas punya potensi mengakibatkan kasus termal, bukan bermakna tiada jalan keluar untuk menanggulanginya. Bahkan juga kalau ketimbang dengan material lain, membuat rumah gunakan peti kemas punyai sejumlah keuntungan lain:

1. Irit ongkos. Dengan gunakan container, sedikit ongkos yang harus dikeluarkan untuk beli beragam ragam bahan bangunan seperti semen serta batu bata.

2. Pembangunannya cepat. Ketimbang rumah biasa, waktu yang dibutuhkan untuk bangun rumah peti kemas bertambah singkat. Masalah ini juga mendesak penambahan ongkos yang harus dikeluarkan karena lamanya pekerjaan.

3. Bentuk banyak ragam. Sekalinya bentuk dasarnya cuma berbentuk balok, tapi container simpel untuk diubah serta diatur berubah menjadi bangunan dengan beraneka bentuk serta ukuran.

4. Punyai ketahanan pada gempa yang lebih bagus ketimbang bangunan biasa. Rumah peti kemas bisa bertahan dari gempa yang mempunyai kekuatan sampai 8 rasio richter.